Saturday, 6 April 2013

Why Dandelion?




Kenapa harus dandelion ya?

Bingung juga kalo ditanya kenapa harus suka sama dandelion. Padahal aslinya jarang banget liat dandelion. Dulu suka sama mawar, terus bunga matahari.. Tapi akhir akhir ini suka aja liat dandelion. Rasanya damai liat dandelion yang ringan, terbang ngikutin angin.. Ga takut terbang sendirian pisah dari sekutunya, percaya sama angin kemana pun angin bertiup.. Dan yang aneh nya dia ga nyerah meski dipaksa angin untuk pindah dari zona nyamannya, dimana pun angin hempaskan dia, tetep aja dandelion bisa hidup.


Kayaknya hidup dandelion susah banget ya. Umurnya ga lama, ga bisa bareng sama temen2nya selamanya. Seperti dipaksa mengembara bersama angin. Tapi tetap bisa bertumbuh..


Dandelion yang ringan dan cantik, rasanya ga perlu alasan kenapa harus kagum sama bunga yang satu ini :D




~5374~

Flyin' Journal




Feels like I'm flying today..

Today is perfect for me.. :)



Barusan selesai buat ini..
Awalnya iseng2 aja liat map nganggur, jd dipernak pernikin sama gambar2 dari majalah n jadilah ini :D




Kata2 nya bener banget nih!!


"THE HAPPIEST PEOPLE DONT HAVE THE BEST OF EVERYTHING, THEY JUST MAKE THE BEST OF EVERYTHING"


P.S:
Another book to write my dream, my story, my hope, and my imagination ^^


~5374~

Friday, 5 April 2013

Isn't?

Empty : the word that describe the full me

What do you see?







Emptiness?



I feel lonely..

Because sometimes doing your best is not enough..






~5374~

Wednesday, 3 April 2013

Multikulturalisme


Indonesia adalah Negara majemuk, maksudnya adalah Indonesia adalah Negara dengan banyak suku budaya yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Para pakar menyebut Indonesia dengan istilah negara multikultural. Multikulturalisme adalah sebuah filosofi terkadang ditafsirkan sebagai ideologi yang menghendaki adanya persatuan dari berbagai kelompok kebudayaan dengan hak dan status sosial politik yang sama dalam masyarakat modern. Istilah multikultural juga sering digunakan untuk menggambarkan kesatuan berbagai etnis masyarakat yang berbeda dalam suatu negara.

Multikulturalisme berasal dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan cultural (budaya atau kebudayaan), yang secara etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami, adalah bukan budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua dialektika manusia terhadap kehidupannya. Dialektika ini akan melahirkan banyak wajah, seperti sejarah, pemikiran, budaya verbal, bahasa dan lain-lain.

Istilah multikulturalisme sebenarnya belum lama menjadi objek pembicaraan dalam berbagai kalangan, namun dengan cepat berkembang sebagai objek perdebatan yang menarik untuk dikaji dan didiskusikan. Dikatakan menarik karena memperdebatkan keragaman etnis dan budaya, serta penerimaan kaum imigran di suatu negara, pada awalnya hanya dikenal dengan istilah puralisme yang mengacu pada keragaman etnis dan budaya dalam suatu daerah atau negara.

Kesadaran akan adanya keberagaman budaya disebut sebagai kehidupan multikultural. Akan tetapi tentu, tidak cukup hanya sampai disitu. Bahwa suatu kemestian agar setiap kesadaran akan adanya keberagaman, mesti ditingkatkan lagi menjadi apresiasi dan dielaborasi secara positif. pemahaman ini yang disebut sebagai multikulturalisme.

Multikulturalisme sebagaimana dijelaskan di atas mempunyai peran yang besar dalam pembangunan bangsa. Indonesia sebagai suatu negara yang berdiri di atas keanekaragaman kebudayaan meniscayakan pentingnya multikulturalisme dalam pembangunan bangsa. 

Dengan multikulturalisme ini maka prinsip “bhineka tunggal ika” seperti yang tercantum dalam dasar negara akan menjadi terwujud. Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia akan menjadi inspirasi dan potensi bagi pembangunan bangsa sehingga cita-cita untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang harmonis.

Pada dasarnya sangat sulit untuk menjaga keharmonisan dalam suatu wilayah multicultural. Hal ini disebabkan oleh sangat beragamnya adat dan budaya serta pola pikir masyarakat yang akan menyulitkan interaksi kita satu dengan yang lainnya. Karena itu, kunci dari keharmonisan ini adalah rasa toleransi yang harus ada diantara masyarakat social.

Toleransi pada dasarnya adalah suatu sikap yang melarang adanya diskriminasi antar sesame dan lebih menekankan pada perasaan saling mengerti dan memahami. Sikap toleransi inilah merupakan cikal bakal dari rasa saling menghormati dan menghargai yang akan melahirkan kesatuan dalam perbedaan. Atau yang bisa kita sebut sebagai integrasi tanpa diskriminasi.

Integrasi dalam negara tentu sangat penting dalam kelangsungan hidup suatu negara. Namun hal ini bukan lah suatu perkara mudah, terlebih dengan banyaknya perbedaan yang ada seperti di Indonesia ini. Kesadaran tiap individulah yang menjadi kunci penting terwujudnya integrasi ini.

Di Indonesia sendiri tindak nyata dari toleransi untuk menunjang integrasi dalam multikulturalisme ini menurut saya sudah cukup baik. Mengingat tidak nampaknya terlalu banyak perbedaan yang ada dan kita dapat hidup dengan baik secara berdampingan dengan sesame kita dengan latar belakang yang berbeda.

Namun memang keadaan ini belum sempurna, karena masih ada beberapa kabar mengenai diksriminasi di dalam kehidupan social. Namun untungnya belum sampai begitu parah hingga merusak tatanan social kita. Misalnya dalam hal perlakuan terhadap orang yang kaya dan yang berkekurangan. Terlalu banyak pengistimewaan terhadap mereka yang berada diatas daripada yang berada di bawah.

Contoh nyatanya adalah hukuman terhadap pelaku kecelakaan maut di jalan. Tanpa ingin menyinggung oknum tertentu, namun kita bisa melihat bagaimana pelaku yang berasal dari kalangan bawah mendapatkan hukuman yang sangat berat dan cukup besar denda yang dibebankan sedangkan pelaku yang notabene memiliki kedudukan penting justru hukumannya sangat ringan. Atau tentang ganti rugi atas kasus yang merugikan masyarakat kecil. Hal ini cenderung bertele tele bahkan ditunda-tunda.

Hal hal seperti inilah yang sebenarnya mengancam kesatuan rakyat Indonesia. Lama kelamaan masyarakat akan terbuka matanya dan jenuh dengan segala macam diskriminasi yang ada. Nantinya mereka akan memberontak karena lelah dengan keadaan diskriminasi di Indonesia. Hal ini lah yang akan mengancam kesatuan Indonesia.

Disinilah peran kita para penerus bangsa untuk lebih memperhatikan keadaan sekitar. Mulai dari diri sendiri, menerapkan pada lingkungan sekitar sikap toleransi yang membawa keharmonisan dan kedamaian. Niscaya kelangsungan integrasi negara multicultural kita akan bebas dari diskriminasi dan perpecahan.

~5374~