Friday, 10 May 2013

It's Suck!

Hari ini aku membaca sebuah artikel yang mengisahkan tentang seseorang yang membenci hidupnya. Menurutnya dia pecundang. Dia tidak pernah mengatakan apa yang sebenarnya dia inginkan. Dia selalu bersikap menyebalkan kepada orang-orang yang dia suka dan sayang. Terlebih lagi dia benci harus berkata tidak kepada orang-orang yang dia sayang. Benci sekali. Hal itu karena dia merasa berhutang budi pada orang lain sehingga mementingkan kepentingan orang lain itu daripada keluarganya sendiri.

Dia melihat orang lain cenderung memikirkan kepentingan keluarganya dulu baru kepentingan yang bukan keluarga. Namun sepertinya hal itu berbanding terbalik dengan yang dia lakukan. Orang-orang yang dia sayang selalu mendapatkan tempat kedua. Dia lebih mengistimewakan orang lain. Baginya, dia belum punya cukup kekuatan untuk membela keluarganya sendiri. Semua hanya karena satu orang, pikirnya. Hanya saja ia mulai sadar apakah benar itu karena satu orang itu ataukah memang karena dia yang pengecut?

Menjadi anak remaja bukanlah hal yang mudah. Namun meninggalkan masa remaja itu juga bukan perkara yang mudah. Dengan situasi dan kondisi keluarga yang tidak seperti keluarga kebanyakan, tentu pencarian jati diri semakin seperti meraba-raba dalam kegelapan.

Menurutku artikel ini adalah tentang keluh kesah seorang remaja yang berada diusia penghujung remaja. Bagaimana dia harus menjalani masa sekarang dan menghadapi masa depan dengan tetap dibawah bayang-bayang masa lalunya. Artikel ini mengingatkan aku pada pemikiran bahwa menjadi remaja bukan perkara yang mudah. Karena mereka selalu merasa tidak ada yang mengerti tentang mereka, bahkan diri mereka sendiri. Namun tentang pemikiran dan hal hal yang dilakukan oleh seseorang dalam artikel ini, aku memilih tidak berkomentar. Karena menurutku, aku dan dia mengalami hal yang sama. Kami sama-sama pecundang. Pengecut. Namun mungkin memang sekarang harus begitu dulu.Sampai kapan? Tunggu saja tanggal mainnya..



What do you think???

~5374~

Wednesday, 1 May 2013

God's ( Story of Penicilin)

Cerita ini tentang penemuan sebuah penisilin dan bagaimana sebuah keajaiban rencana Tuhan jelas sudah terbukti terlaksana dan sempurna adanya..


Penjaga taman itu melompat terjun ke dalam kolam untuk menyelamatkan seorang anak yang hampir tenggelam. Orang tua anak tersebut (yang seorang bangsawan Inggris) kemudian menyekolahkan anak si penjaga taman sebagai balas budi karena telah menyelamatkan anak mereka. Ternyata selain cerdas, anak itu juga rajin dan tekun. Dia adalah (dokter) Alexander Flemming, yang pada tahun 1929 berhasil menemukan obat antibiotik yang disebut penisilin. Namun sebelum obat yang ditemukan tersebut berfungsi penuh, ia sudah putus asa.

Kemudian dr.Ernest Chain mengambil alih dan melanjutkannya. Setelah itu, dr.Howard Florey ikut terjun menangani. Lalu dr.Norman Heatley menjadi tokoh yang mengakhiri perjalanan panjang dari penemuan penisilin, hingga bisa berfungsi menyelamatkan nyawa ribuan orang, termasuk para prajurit sekutu dalam Perang Dunia II.

Akhirnya muncul ungkapan "Tanpa Flemming, tidak ada Chain. Tanpa Chain, tidak ada Florey. Tanpa Florey, tidak ada Heatley. Dan tanpa Heatley, tidak ada penisilin."

Sementara itu, anak yang diselamatkan penjaga taman itu, pada tahun 1940 terpilih menjadi Perdana Menteri  Inggris, dia adalah Winston Churchill.Di tahun 1943, Churchill berada di Teheran, Iran, bersama presiden AS, Roosevelt dan Stalin dari Uni Sovyet. Mereka merundingkan bagaimana bisa mengatasi agresi Nazi Jerman. Di sana, Churchill terinfeksi berat, tapi terhindar dari kematian, setelah Flemming menyuntikkan penisilin.

Winston Churchill dipakai oleh Allah untuk menyelamatkan dunia bersama AS, Perancis, dan Uni Sovyet dengan menaklukkan Hitler!


Bisakah anda menangkap Mata Rantai Ilahi itu?

~5374~