Thursday, 21 March 2013

Cuap Cuap tentang Status Sosial


Semakin hari perkembangan dunia ini semakin maju, baik dari sisi tekhnologi, budaya, maupun pola pikir setiap orangnya.  Tentunya hal ini mempengaruhi gaya hidup seseorang sehari-harinya. Positifnya, kita semakin terbuka terhadap hal hal baru dan tidak ketinggalan zaman. Negatifnya, masih rendahnya kesadaran kita untuk memilah milih mana yang benar-benar pantas kita pertahankan dan mana yang hanya merusak. Hal ini berakibat pada penyimpangan atribut-atribut kehidupan modern yang ada.
Salah satu penyimpangan yang terjadi adalah menjadikan ‘status’ sebagai sesuatu yang penting. Menurut saya hal ini sangat keliru. Pada dasarnya manusia adalah sama, baik dimata Tuhan maupun dimata hukum. Memang, dalam kehidupan social kita pasti kita akan terbagi-bagi dalam kelompok status tertentu. Hal ini sebagai suatu penghargaan terhadap mereka yang telah berusaha lebih keras dibandingkan dengan yang lainnya. Atau bisa juga sebagai bentuk penghormatan akan apa yang telah dilakukan oleh seseorang.
Namun dewasa ini saya mengamati bahwa status sudah dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting. Sehingga orang-orang mulai mengkotak-kotakkan dalam artian yang kurang positif. Akan ada suatu komunitas dimana mereka semua terlihat seragam, mulai dari cara berpakaian, tempat nongkrongnya, gadget yang dibawa, sampai cara bicara yang sama. Bila anda ingin masuk dalam komunitas tersebut, anda harus punya kehidupan seperti mereka. Atau paling tidak berpenampilan seperti mereka.
Contoh nyatanya dikalangan remaja. Tentu kita tidak perlu mengambil contoh yang jauh-jauh, karena bahkan dikalangan remaja pun hal ini sudah menjamur. Pastinya disetiap sekolah ada sekelompok orang yang mempunyai hobi sama, cara berpakaian sama, tempat nongkrong yang sama, dengan kata lain mereka adalah satu geng.
Tentu sangat baik apabila mereka tetap bisa bergaul dengan temna-teman yang tidak setipe dengan mereka, namun kebanyakan dari mereka tidak begitu. Bila ada yang ingin bergabung, harus lah memiliki kesamaan dengan mereka. Saya tidak berbicara mengenai gadget atau cara berpakaian yang harus sama, tapi terkadang minat juga harus sama. Group Cheerleader hanya akan bergaul dengan peminat pada bidang cheerleader, kelompok anak yang suka bolos akan bergabung dengan anak yang suka bolos, kelompok anak alim akan bergabung dengan anak yang rajin dan pintar. Bila kamu tidak rajin atau pintar atau paling tidak berprestasi dan berkelakuan baik, kelompok ini tidak akan menerimamu. Atau kau tidak bisa masuk ke kelompok cheerleader kalo kamu tidak berminat pada bidang dance.
Kelompok jenis sekarang bukan hanya berdasarkan pada prestasi saja. Misalnya walau kau anak yang berprestasi tapi tetap tidak akan bisa masuk ke kelompok orang yang suka bolos. Tidak penting siapapun kamu, kamu bukan siapa siapa dimata suatu kelompok bila tidak memiliki minat dan gaya yang sama.
Sebenarnya, suatu kelompok ini dimulai dari berkumpulnya orang – orang dengan minat yang sama. Seiring berjalannya waktu, mereka akan menyeragamkan diri secara sadar maupun tidak sadar untuk menguatkan keberadaan mereka. Misalnya dengan seragam memakai gadget tertentu. Hal ini selain sebagai tameng untuk menguatkan keberadaan mereka juga sebagai pembeda dengan kelompok lain. Sebenarnya hal ini tidak terlalu masalah asal tidak ada pihak yang dirugikan.
Namun maksud dari tulisan saya ini adalah, tidak baik untuk memandang penting status yang ada hanya untuk dipandang orang. Apalagi dengan mengkotak-kotakkan pergaulan hanya karena ingin bergaul dengan orang berstatus sama. Kita harus ingat bahwa seperti yang sudah disebutkan diawal, kita adalah sama dimata Tuhan dan mata hukum. Status diciptakan untuk memberikan penghormatan atau penghargaan kepada mereka yang telah berprestasi, alias berusaha lebih keras dibandingkan dengan yang lainnya. Suatu status sebaiknya bisa diperoleh seseorang karena orang itu telah melakukan sesuatu yang berguna, bukannya seperti yang terjadi sekarang ini, suatu status bisa disandang bila kita ada kesamaan dengan orang yang telah menyandang status tersebut.
Menurut saya hal ini akan berdampak pada semakin kacaunya kehidupan social kita, dimana tingkat kehidupan indivial akan meningkat dan akhirnya tidak akan ada interaksi social, hanya akan ada interaksi sesama dengan status yang sama. Akhirnya akan merajalah diskriminasi social yang jelas sangat berdampak buruk bagi kehidupan social. Karena sangat dimungkinkan bahwa diskriminasi tersebut kearah sesuatu yang negative.
~5374~

No comments:

Post a Comment