Semakin hari perkembangan dunia ini
semakin maju, baik dari sisi tekhnologi, budaya, maupun pola pikir setiap
orangnya. Tentunya hal ini mempengaruhi
gaya hidup seseorang sehari-harinya. Positifnya, kita semakin terbuka terhadap
hal hal baru dan tidak ketinggalan zaman. Negatifnya, masih rendahnya kesadaran
kita untuk memilah milih mana yang benar-benar pantas kita pertahankan dan mana
yang hanya merusak. Hal ini berakibat pada penyimpangan atribut-atribut
kehidupan modern yang ada.
Salah satu penyimpangan yang terjadi
adalah menjadikan ‘status’ sebagai sesuatu yang penting. Menurut saya hal ini
sangat keliru. Pada dasarnya manusia adalah sama, baik dimata Tuhan maupun
dimata hukum. Memang, dalam kehidupan social kita pasti kita akan terbagi-bagi
dalam kelompok status tertentu. Hal ini sebagai suatu penghargaan terhadap
mereka yang telah berusaha lebih keras dibandingkan dengan yang lainnya. Atau bisa
juga sebagai bentuk penghormatan akan apa yang telah dilakukan oleh seseorang.
Namun dewasa ini saya mengamati bahwa
status sudah dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting. Sehingga orang-orang
mulai mengkotak-kotakkan dalam artian yang kurang positif. Akan ada suatu
komunitas dimana mereka semua terlihat seragam, mulai dari cara berpakaian,
tempat nongkrongnya, gadget yang dibawa, sampai cara bicara yang sama. Bila anda
ingin masuk dalam komunitas tersebut, anda harus punya kehidupan seperti
mereka. Atau paling tidak berpenampilan seperti mereka.
Contoh nyatanya dikalangan remaja. Tentu
kita tidak perlu mengambil contoh yang jauh-jauh, karena bahkan dikalangan
remaja pun hal ini sudah menjamur. Pastinya disetiap sekolah ada sekelompok
orang yang mempunyai hobi sama, cara berpakaian sama, tempat nongkrong yang
sama, dengan kata lain mereka adalah satu geng.
Tentu sangat baik apabila mereka tetap
bisa bergaul dengan temna-teman yang tidak setipe dengan mereka, namun
kebanyakan dari mereka tidak begitu. Bila ada yang ingin bergabung, harus lah
memiliki kesamaan dengan mereka. Saya tidak berbicara mengenai gadget atau cara
berpakaian yang harus sama, tapi terkadang minat juga harus sama. Group Cheerleader
hanya akan bergaul dengan peminat pada bidang cheerleader, kelompok anak yang
suka bolos akan bergabung dengan anak yang suka bolos, kelompok anak alim akan
bergabung dengan anak yang rajin dan pintar. Bila kamu tidak rajin atau pintar
atau paling tidak berprestasi dan berkelakuan baik, kelompok ini tidak akan
menerimamu. Atau kau tidak bisa masuk ke kelompok cheerleader kalo kamu tidak
berminat pada bidang dance.
Kelompok jenis sekarang bukan hanya
berdasarkan pada prestasi saja. Misalnya walau kau anak yang berprestasi tapi
tetap tidak akan bisa masuk ke kelompok orang yang suka bolos. Tidak penting
siapapun kamu, kamu bukan siapa siapa dimata suatu kelompok bila tidak memiliki
minat dan gaya yang sama.
Sebenarnya, suatu kelompok ini dimulai
dari berkumpulnya orang – orang dengan minat yang sama. Seiring berjalannya
waktu, mereka akan menyeragamkan diri secara sadar maupun tidak sadar untuk
menguatkan keberadaan mereka. Misalnya dengan seragam memakai gadget tertentu. Hal
ini selain sebagai tameng untuk menguatkan keberadaan mereka juga sebagai
pembeda dengan kelompok lain. Sebenarnya hal ini tidak terlalu masalah asal
tidak ada pihak yang dirugikan.
Namun maksud dari tulisan saya ini
adalah, tidak baik untuk memandang penting status yang ada hanya untuk
dipandang orang. Apalagi dengan mengkotak-kotakkan pergaulan hanya karena ingin
bergaul dengan orang berstatus sama. Kita harus ingat bahwa seperti yang sudah
disebutkan diawal, kita adalah sama dimata Tuhan dan mata hukum. Status diciptakan
untuk memberikan penghormatan atau penghargaan kepada mereka yang telah
berprestasi, alias berusaha lebih keras dibandingkan dengan yang lainnya. Suatu
status sebaiknya bisa diperoleh seseorang karena orang itu telah melakukan
sesuatu yang berguna, bukannya seperti yang terjadi sekarang ini, suatu status
bisa disandang bila kita ada kesamaan dengan orang yang telah menyandang status
tersebut.
Menurut saya hal ini akan berdampak
pada semakin kacaunya kehidupan social kita, dimana tingkat kehidupan indivial
akan meningkat dan akhirnya tidak akan ada interaksi social, hanya akan ada interaksi
sesama dengan status yang sama. Akhirnya akan merajalah diskriminasi social yang
jelas sangat berdampak buruk bagi kehidupan social. Karena sangat dimungkinkan
bahwa diskriminasi tersebut kearah sesuatu yang negative.
~5374~
No comments:
Post a Comment